Sabtu, 29 November 2014

RUMAH SAKIT BLORA KONSEP SOSIAL


KLINIK BAKTI PADMA BLORA


LATAR BELAKANG



Berawal dari sebuah mimpi ingin membagi beban orang orang yang menderita karena keterbatasan dalam ekonomi sehingga tidak bisa menolong dirinya bila sedang sakit, dan pernah merasakan sendiri bila sesuatu yang diinginkan kandas lantaran tidak punya uang untuk memenuhi keinginan padahal itu sangat penting, melatarbelakangi berdirinya sebuah Klinik sosial yang terletak di Blora
Latar belakang konsep didirikannya Klinik pengobatan yang bersifat sosial ini diilhami dari kata dalam sebuah Hadis Qutsi yang berarti “ dekati AKU(Allah) ditengah orang miskin, temui aku di tengah orang menderita... “ Kalimat bijak inilah yang menyebabkan beberapa orang dari tempat yang jauh ingin mendekat dan berbuat yang terbaik kepada masyarakat yang terbatas dalam Ekonominya, sehingga terbentuklah Klinik Bakti Padma yang bertujuan menolong penderitaan orang orang yang menderita sakit  tapi tidak dapat mengobati dirinya sendiri karena biaya pengobatan yang sangat mahal.
Uluran dana donatur-donatur akan sangat menolong mereka yang sakit
LOKASI


Karena klinik ini untuk orang orang yang tidak mampu, maka yayasan yang dipercaya untuk mendekat kepada masyarakat bawah memilih sebuah tempat yang sangat cocok untuk menyampaikan misinya.
Klinik Bakti Padma dibangun di atas tanah yang luasnya 5000 meter persegi di antara persawahan tadah hujan, antara desa mbadong dan Klopoduwur kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora
Lokasi inilah yang menurut data statistik ekonomi mempunyai pendapatan yang rendah karena sebagian besar masyarakatnya  adalah bnuruh tani, petani, buruh ternak,peternak dan pencari daun dan kayu di hutan Jati.
Klinik Bakti padma diharapkan sangat menolong mereka karena letaknya yang paling dekat untuk untuk mencapai instansi kesehatan,  untuk mencapai  RSUD ( Rumah sakit Umum daerah) masyarakat sekitar klinik harus menempuh jarak  Kurang lebih 5 Km supaya mendapatkan pelayanan kesehatan.

VISI DAN MISI
Klinik bakti padma mempunyai  Visi dan Misi Antara Lain
Visi : “SEHAT UNTUK SEMUA”
Kesehatan tidak memandang dari golongan masyarakat tertentu tapi untuk semua lapisan masyarakat  
Dan Misinya Adalah 
- Menjadi Klinik berpelayanan Prima dengan mengabdi kan Ilmu dengan Biaya terjangkau
-   Menjadi klinik Terbaik dan ternyaman dengan Biaya termurah se-Kabupaten Blora
Sedangkan
Motonya adalah:  “CERIA”  Singkatan Dari
C : “Cermat”
    -     Cermat dalam diaknosa , pengambilan tindakan, Pengambilan keputusan untuk kesembuah pasien
E: “Efektif”
                                                                                                                                 

- Slogan Klinik untuk supaya komitmen pada tujuan klinik
Efektif dalam pemilihan obat, analisa, dan pengukuh diaknosa supaya  waktu sembuh yang
dialami pasien akan lebih singkat dan biaya yang digunakan akan lebih rendah sehingga beban biaya bisa di tekan seminimal mungkin.
R: “Responsible”
-       Bertanggung jawab dalam segala tindakan dan mampu tanggap dalam segala hal, keluhan pasien, komplain pasien, dengan sifat yang dewasa dan rendah hati dalam mengatasinya
I; “ Inovatif”
-       Mampu menambah ilmu pengetahuan tentang kesehatan atau management dan mengimplementasikan dalam pekerjaan supaya lebih bermanfaat terhadap sesama manusia
A: “Aktif”
-       Aktif tidak malas kreatif dalam segala hal yang positif dan bekerja demi menolong sesama disertai hati yang tulus iklas

OPERASIONAL

Pembangunan Klinik  Bakti Padma ini di awali  dari peletakan batu pertama Oleh Bapak Bupati Blora Pada tanggal  10-02-2013. Di hadiri oleh warga sekitar Klinik.
Dan Diresmikan oleh bapak Bupati Blora  Bapak Joko  Nugroho dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita  pada tanggal 17 Mei 2014, dari bantuan dan dari para donatur dan  Orang orang yang terlibat langsung dengan pembangunan klinik Aklhirnya Klinik bisa terujud dan lansung Operasional Pada tanggal 17 Mei 2014 dan tanggal 18-Mei-2013 menerima pasien Pertama Rawat Jalan Dan 1 Pasien Rawat Inap Karena digigit Ular, yang langsung mendapat subsidi karena telah memenuhi syarat .

Peletakan Batu Pertama Klinik
Untuk subsidi Pasien membawa surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan dan di Survey oleh Team Survey Klinik Bakti Padma



Prasasti Penandatanganan
 



PELAYANAN PASIEN

Di Klinik Bakti Padma pasien dilayani dengan sepenuh hati menggunakan Prinsip 3 S Salam, Senyum, Sapa, dengan pelayanan yang bersifat spiskologi akan menolong dalam proses kesembuhan pasien . Rasa di perhatikan yang mungkin selama ini tidak pernah dirasakan akan menambahkan kiinginan untuk melawan penyakitnya, tidak patah semangat untuk sembuh, dan selebihnya akan digunakan pelayanan medis untuk proses kesembuhannya



Untuk Pelayanan Medis Klinik Bakti Padma mempunyai  Ruang Huni 10 Ruang dan terdiri dari 60 Tempat Tidur Pasien , dengan pelayanan tempat sesuai dengan pelayanan Kelas 3  Rumah sakit Elizabeth Semarang, Observasi pasien akan dilakukan sampai sembuh.
TENAGA MEDIS
Sementara ini, Klinik Bakti Padma mempunyai karyawan, yang terdiri dari 45 orang tenaga medis dan 25 orang tenaga non medis, dengan 4 dokter umum, yang cukup sebagai team untuk menolong kesehatan masyarakat.
Klinik Bakti Padma akan melakukan pengembangan terus menerus dengan penambahan beberapa dokter Spesialis dan melakukan pelatihan terhadap tenaga Medisnya supaya pelayanan yang diberikan akan semakin meningkat dan berkwalitas          

FASILITAS KLINIK
Fasilitas Klinik Bakti Padma sudah terdapat alat alat medis yang memadahi sekelas Rumah Sakit Tipe D pendukung utama sudah memenuhi syarat antara Lain

Ruang Kelas III
Ruang Kelas II
Ruang Kelas I































1. Ruang UGD
Ruang UGD dengan peralatan yang memadahi dan tenaga medis yang cekatan dan profesional dalam menangani setiap pasien,
                                                                   Ruang UGD 3 Bed
2. Ruang Poli Umum
Poli umum untuk pemeriksaan penyakit dan analisa penyakit yang ditangani oleh seorang dokter umum
3. Ruang Poli Gigi
Pelayanan untuk perawatan gigi dan keluhan sakit pada gigi ditangani oleh seorang dokter spesialis Gigi
4. Apotik
Penyediaan obat dan kelengkapan obat tanggung jawab instalasi Apotik


5. Laboratorium
Pendukung analisa obat dan penhgukuhan diaknosa, mempertimbangkan juga data yang keluar laboratorium, di sediakan alat alat untuk test kesehatan dengan tenaga analis yang profesional


6. Rawat Inap
Rawat inap terdiri dari beberapa kelas pelayanan denga setiap ruang nyaman bersih dan tenaga medis yang ramah akan mempercepat proses penyembuhan pasien




 7. Sepuluh ruang perawatan (rawat inap)             8. Mobil ambulans yang siap mengantar
   Dengan daya tampung 60 pasien                            pulang pasien setelah selesai perawatan


10. Instalasi Gizi


Pelayanan Kamar Kelas 3 yang bersih yang susuai standart kelas 3 RS Elizabeth Semarang, Juga Ambulan yang siap mengantar pasien bila sudah selesai pengobatan dengan biaya Gratis Untuk jarak < 1 0 KM


9. Peralatan medis yang memadai, seperti EKG, USG, dll.
Peralatan medis Electronik yang ada bisa digunakan menganalisa kesehatan dan penyakit pasien dengan tepat dan lebih Efektif

10. Perawatan untuk bayi yang lahir
Perawatan Khusus bayi juga tersedia, untuk merawat bayi yang baru lahir maupun yang sakit,

Semua fasilitas inilah yang diharapkan bisa untuk menolong saudara / rekan kita yang kurang mampu dalam ekonomi tetapi masih menderita karena adanya penyakit yang diderita.

Pengolahan Air Limbah

Bak Aerope untuk menghidupkan Bakteri yang menguntungkan


Fasilitas Pengolahan Air Limbah
Fasilitas ini di buat dengan tujuan untuk mengolah air limbah yang berasal dari semua ruangan dapur maupun Laoundry semua dimasukkan dalam instalasi pengolahan air Limbah,
Fasilitas air Limbah terdiri dari lima Bak
1. Bak Pertama
Adalah penampungan awal dari air limbah, bak ini tertutup rapat sehingga bakteri akan mampu mengolah limbah dengan Baik
2. Bak Kedua
 adalah Bak Aerope, Bak ini di beri oksigen yang cukup supaya bakteri aerop mampu berkembang biak dengan Baik
3. Bak Ketiga
Bak Pengendapan, dalam bak ini material-material berat diendapkan dan lumpur akan terurai oleh bakteri secara sempurna lumpur ini akan di kembalikan ke bak pertama supaya bakteri bisa dimanfaatkan lagi sebagai pengurai
4 Bak Kempat
adalah penjernihan sebelum masuk ke bak ke 4 air di filter oleh filter carbon dan di beri kapurit untuk membunuh bakteri,dalam bak ke 4 di pelihara beberapa ikan untuk memastikan bahwa air yang di gunakan untuk menyiram tanaman ini tidak beracun
5. Bak Kelima
dalam bak ini air siap untuk digunakan untuk menyiram tanaman.
 Pengolahan Air Limbah yang digunakan sudah menggunakan standart pengolahan Limbah yang baik yang memperhitungkan tentang lingkungan di sekitar Klinik, semua air limbah yang di hasilkan klinik akan diolah Dalam Instalasi Ini

Pusat tenaga Listrik
Untuk menangani pemadaman listrik yang terjadi Klinik bakti padma mempunyai Geserator listrik dengan kapasitas 40 KW yang cukup untuk Supply listrik di klinik selama pemadaman terjadi


Generator berkapasits 40 KW















Pelayanan Klinik
 I. Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam 
     Klinik Bakti Padma Siap 24 Jam menangani kesehatan dengan menggunakan peralatan yang memadahi, dengan tenaga Medis yang Profesional dan pelayanan Prima serta biaya yang terjangkau bagi masyarakat




Pasien yang mendapatkan perawatan di UGD

Biaya pelayanan dan kwalitas layanan di Bakti Padma

II. Rawat Jalan di Poli Umum
     Rawat Jalan dilakukan oleh dokter Umum yang berpengalaman dari klinik, dengan biaya pengobatan Rp 25.000 sudah mendapat obat dari Farmasi Bakti Padma

III. Rawat Inap
Perawatan rawat inap memiliki 3 kelas yaitu
1. Ruang kelas III
Fasilitas Ruangan :
- 6 Bed Pasien
- 6 Loker Almari
- 1 Kamar Mandi Dalam
- 1 Kipas Angin
2. Ruang Kelas II
Fasilitas Ruangan
- 3 Bed Pasien
- 3 Loker Almari
- 3 Kipas Angin
- 1 kamar Mandi Dalam
- 1 TV
3. Ruang Kelas I
Fasilitas Ruangan
- 1 Bed Pasien
- 1 Loker Almari
- 1 Kamar Mandi Dalam
- 1 AC /Kipas Angin
- 1 TV

IV. Persalinan 24 Jam
      Klinik Bakti Padma melayani Persalinan selama 24 jam ditangani oleh Bidan yang profesional dan langsung mendapatkan pengawasan dari Dokter untuk pemulihan Pramelahirkan
beberapa paket persalinan meliputi
  • Persalinan Paket III  Observasi 6 Jam Post partum di kamar kelas III, Obat Perawatan Ibu dan Bayi, serta Foto Bayi
  • Persalinan Paket Kelas II Observasi 6 Jam Post partum di kamar kelas II, Obat Perawatan Ibu dan Bayi, serta Foto Bayi
  • Persalinan Paket Kelas I Observasi 6 Jam Post partum di kamar kelas I, Obat Perawatan Ibu dan Bayi, Baby Kit, serta Foto Bayi
V.  Poli KIA untuk konsultasi / pelayanan kesehatan kandungan  
Pemeriksaan kandungan rutin dilayani oleh oleh bidan yang berpengalaman didukung oleh peralatan yang memadahim untuk mengetahui bentuk janin sudah disiapkan peralatan USG 2D bisa diambil gambar Janin dan perkiraan jenis kelamin janin yang dikandung.

VI. Home Care
Merupakan pelayanan khusus ke rumah pasien yang ditangani secara langsung oleh team medis dari klinik bakti padma.

VII. Medical CheckUp
Pelayanan kesehatan ceckup kesehatan oleh instansi kesehatan Bakti padma ( Surat Keterangan sehat Untuk Instansi Tertentu yang membutuhkan keterangan.

VIII. Pelayanan Ambulan
Ambulan klinik bakti padma siap mengantar ataupun menjemput pasien, dari ke rumah untuk diperiksakan di klinik Bakti padma

IX. Poliklinik Gigi
Perawatan dan pelayanan kesehatan gigi bisa dilakukan perawatan di Poli Gigi

X. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan Untuk program KB

XI. Khitan
Klinik Bakti Padma menyediakan Paket Kithan sbb
Paket Kitan di Klinik, Khitan dilakukan oleh dokter di klinik bakti padma
Paket Khitan Panggilan Team medis Bakti Padma datang kerumah 

XII. Laboratorium Analis, untuk mengukuhkan Analisa
 Laboratorium Klinik juga sudah siap melayani checkup kesehatan, mengkukuhkan diaknosa dari pasien dan memberikan informasi kesehatan yang tepat dengan peralatan Laboratorium yang memadahi

XIII. Unit Gizi untuk menjamin terpenuhinya  diagnosa  nutrisi pasien.
   , juga Unit Gizi unit gizi yang terjamin kebersihannya kemmpuan ahli gizi yang memadahi untuk pelayanan konsoltasi Gizi Pasien



PEMBIAYAAN
Semua sumber dana dari klinik didapat dari sumbangan, Donatur akan mensubsidi pasien yang dirawat dari rawat inap maupun rawat jalan semua biaya Tenaga Medis, Obat, Tindakan, biaya Dokter, Laboratorium dll, Untuk perorangan donatur memberikan subsidi maximal 5 Orang Pasien perbulannya sedangkan untuk corporate maximal memberi subsidi untuk 40 orang Perbulannya, Laporan tentang penggunaan subsidi akan dilaporkan pada donatur setelah dana sudah digunakan untuk perawatan pasien.

Kunjungan Team validasi ke Pasien
Untuk supaya penggunaan dana tepat sasaran maka tiap pasien akan di beberi beberapa


Syarat sbb:
1.      Membawa surat pernyataan tidak mampu yang ditandatangani oleh Kepala desa setempat
2.      Mengisi Form Validasi Kekayaan dari pasien dan wawancara langsung oleh Team Validasi.
3.      Dikunjungi oleh team validasi untuk mencocokkan Form yang telah diisi dan melihat secara langsung kondisi pasien yang mendapat Subsidi
4.      Mendapatkan keringanan pembayaran
Tarif subsidi yang diberikan adalah untuk rawat jalan pasien hanya membayar 25.000 Rupiah sedangkan Untuk rawat inap pasien hanya membayar 150.000 pasien setiap /4 hari
Dari mulai diresmikan klinik Bakti Padma sudah menyembuhkan kurang lebih 500 Pasien dengan kasus kesehatan yang berbeda-beda, rata – rata kami memanage biaya kesembuan pasien rawat inap 700.000 Rupiah dengan harga obat Netto, subsidi kamar yang Gratis untuk kasus umum. Sebenarnya sumbangan dari donatur hanya mengcover biaya operasional klinik sekitar 20 % ini menjadi tantangan kami dalam mengelola dan menghimpun donatur tetap supaya kelangsungan hidup klinik akan lebih panjang dan lebih bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu selamalamanya.

Dengan Doa dari Bapak/Ibu yang mendukung Kami maka kami yakin dengan berdirinya klinik Bakti Padma ini masyarakat yang kurang mampu tidak takut lagi pergi ke klinik memeriksakan kesehatannya lantaran tidak punya biaya untuk berobat. Dan kami yakin insan yang mau  menyembuhkan penyakit/penderitaan insan lain pasti akan dijauhkan dari penyakit dan penderitaan.

Sungguh sayang bila ide yang baik ini dan vasilitas yang ada tidak bisa berlangsung lama untuk membantu mereka yang kurang dalam ekonominya, bila tidak ada bantuan dari donatur dan dermawan.
 Klinik Bakti padma adalah  sebagai perpanjangan tangan bapak/Ibu Donatur untuk mengulurkan tangan pada saudara kita yang kekurangan supaya mendapatkan keridhaan dari ALLAH Amin.

Ingin menjadi donator Klinik







·  POLIKLINIK UMUM
  • Klinik Umum, memberi pelayanan kepada pasien untuk Konsultasi dan/atau pemeriksaan fisik oleh dokter umum dan pemeriksaan/tindakan medis tertentu oleh dokter umum.
Dengan tidak membedakan pasien dari golongan,status,Agama,dan Jabatan akan mendapatkan pelayanan yang sama,
  • Klinik Gigi Umum memberikan pelayanan kepada pasien tentang keluhan gigi dan melakukan tindakan yang dibutuhkan sehingga keluhan bisa diatasi secara professional.

  • Klinik Gizi, memberikan pelayanan kepada pasien untuk:
    • Konsultasi gizi sesuai penyakit
    • Membantu mengenal berbagai macam bahan makanan penukar dan kandungan gizinya
    • Menyediakan Catering Makanan Diet seperti rendah garam, penyakit hati, rendah protein, penyakit lambung, Diabetes Melitus, rendah kalori, dislipidemia, rendah purin, dan lain-lain.

  • Pojok DOT, memberikan pelayanan untuk penderita TB dan penyakit menular tentang perkembangan pengobatan dan memberikan informasi yang tepat tentang penyakit yang diderita pasien TB:

  • KIA, Memberikan pelayanan kesehatan Ibu serta Anak dan konsoltasi kesehatan kandungan Pemeriksaan kandungan rutin untuk mengetahui perkembangan janin, dengan monitoring janin rutin menggunakan USG,

  • UGD Pelayanan untuk penanganan dalam kondisi yang darurat selama 24 jam yang ditangani langsung oleh seorang dokter umum.


Rabu, 19 November 2014

BLORA KOTA MUSTIKA

BLORA KOTA MUSTIKA

Kabupaten Blora (bahasa JawaHanacaraka​) adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalahBlora, sekitar 127 km sebelah timur Semarang. Berada di bagian timur Jawa Tengah, Kabupaten Blora berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati di utara, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur) di sebelah timur, Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) di selatan, serta Kabupaten Grobogan di barat.
Blok Cepu, daerah penghasil minyak bumi paling utama di Pulau Jawa, terdapat di bagian timur Kabupaten Blora.
Kantor Pemerintahan

WILAYAH
Wilayah Kabupaten Blora terdiri atas dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 20-280 meter dpl. Bagian utara merupakan kawasan perbukitan, bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian selatan juga berupa perbukitan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng, yang membentang dari timur Semarang hingga Lamongan (Jawa Timur). Ibukota kabupaten Blora sendiri terletak di cekungan Pegunungan Kapur Utara.
Separuh dari wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan selatan. Dataran rendah di bagian tengah umumnya merupakan areal persawahan.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora merupakan daerah krisis air (baik untuk air minum maupun untuk irigasi) pada musim kemarau, terutama di daerah pegunungan kapur. Sementara pada musim penghujan, rawan banjir longsor di sejumlah kawasan.
Kali Lusi merupakan sungai terbesar di Kabupaten Blora, bermata air di Pegunungan Kapur Utara (Rembang), mengalir ke arah barat melintasi kota Purwodadi yang akhirnya bergabung dengan Kali Serang.
Alon-alon Blora

FLORA

Bunga Desember

Daun Kunc
Tumbuhan ini akan berbunga
awal musim Hujan

Ungker

Sejarah Blora

Kenurut cerita rakyat Blora berasal dari kata BELOR yang berarti lumpur, kemudian berkembang menjadi mbeloran yang akhirnya sampai sekarang lebih dikenal dengan nama 

BLORA.Asal usul nama Blora

Secara etimologi Blora berasal dari kata WAI + LORAH. Wai berarti air, dan Lorah berarti jurang atau tanah rendah.
Dalam bahasa Jawa sering terjadi pergantian atau pertukaran huruf W dengan huruf B, tanpa menyebabkan perubahan arti kata. Sehingga seiring dengan perkembangan zaman kata WAILORAH menjadi BAILORAH, dari BAILORAH menjadi Balora dan kata Balora akhirnya menjadi Blora.
Jadi nama Blora berarti tanah rendah berair, ini dekat sekali dengan pengertian tanah berlumpur.

Blora Era Kerajaan di bawah Kadipaten Jipang

Blora di bawah Pemerintahan Kadipaten Jipang pada abad XVI, yang pada saat itu masih di bawah pemerintahan Demak. Adipati Jipang pada saat itu bernama Aryo Penangsang, yang lebih dikenal dengan nama Aria Jipang. Daerah kekuasaan meliputi:
Pati, Lasem, Blora, dan Jipang sendiri. Akan tetapi setelah Jaka Tingkir (Hadiwijaya) mewarisi takhta Demak, pusat pemerintahan dipindah ke Pajang. Dengan demikian Blora masuk Kerajaan Pajang.

Blora di bawah Kerajaan Mataram

Kerajaan Pajang tidak lama memerintah, karena direbut oleh Kerajaan Mataram yang berpusat di Kotagede Yogyakarta. Blora termasuk wilayah Mataram bagian Timur atau daerah Bang Wetan.
Pada masa pemerintahan Paku Buwana I (1704-1719) daerah Blora diberikan kepada putranya yang bernama Pangeran Blitar dan diberi gelar Adipati. Luas Blora pada saat itu 3.000 karya (1 karya = ¾ hektare). Pada tahun 1719-1727 Kerajaan Mataram dipimpin oleh Amangkurat IV, sehingga sejak saat itu Blora berada di bawah pemerintahan Amangkurat IV.

Blora pada zaman Perang Mangkubumi (tahun 1727–1755)

Pada saat Mataram di bawah Paku Buwana II (1727-1749), terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Mangku Bumi dan Mas Sahid, Mangku Bumi berhasil menguasai Sukawati, Grobogan, Demak, Blora, dan Yogyakarta. Akhirnya Mangku Bumi diangkat oleh rakyatnya menjadi raja di Yogyakarta.
Berita dari Babad Giyanti dan Serat Kuntharatama menyatakan bahwa Mangku Bumi menjadi raja pada tanggal 1 Sura tahun Alib 1675, atau 11 Desember 1749. Bersamaan dengan diangkatnya Mangku Bumi menjadi raja, maka diangkat pula para pejabat yang lain, di antaranya adalah pemimpin prajurit Mangkubumen, Wilatikta, menjadi Bupati Blora.
Blora di bawah Kasultanan Perang Mangku Bumi diakhiri dengan perjanjian Giyanti, tahun 1755, yang terkenal dengan nama 'palihan negari', karena dengan perjanjian tersebut Mataram terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Surakarta di bawah Paku Buwana III, sedangkan Yogyakarta di bawah Sultan Hamengku Buwana I. Di dalam Palihan Negari itu, Blora menjadi wilayah Kasunanan sebagai bagian dari daerah Mancanegara Timur, Kasunanan Surakarta. Akan tetapi Bupati Wilatikta tidak setuju masuk menjadi daerah Kasunanan, sehingga beliau pilih mundur dari jabatannya

Blora sebagai kabupaten

Sejak zaman Pajang sampai dengan zaman Mataram, Kabupaten Blora merupakan daerah penting bagi Pemerintahan Pusat Kerajaan, hal ini karena Blora terkenal dengan hutan jatinya.
Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi, yang sampai sekarang dikenal dengan HARI JADI KABUPATEN BLORA. Adapun Bupati pertamanya adalah WILATIKTA.

Perjuangan rakyat Blora menentang penjajahan

Perlawanan Rakyat Blora yang dipelopori petani muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Perlawanan petani ini tak lepas dari makin memburuknya kondisi sosial dan ekonomi penduduk pedesaan pada waktu itu.
Pada tahun 1882, pajak kepala yang diterapkan oleh Pemerintah Penjajah sangat memberatkan bagi pemilik tanah (petani). Di daerah-daerah lain di Jawa, kenaikan pajak telah menimbulkan pemberontakan petani, seperti peristiwa Cilegon pada tahun 1888. Selang dua tahun kemudian seorang petani dari Blora mengawali perlawanan terhadap pemerintahan penjajah yang dipelopori oleh Samin Surosentiko.
Gerakan Samin sebagai gerakan petani antikolonial lebih cenderung mempergunakan metode protes pasif, yaitu suatu gerakan yang tidak merupakan pemberontakan radikal bersenjata.
Beberapa indikator penyebab adanya pemberontakan untuk menentang kolonial penjajah Belanda antara lain:
  • Berbagai macam pajak diimplementasikan di daerah Blora
  • Perubahan pola pemakaian tanah komunal
  • Pembatasan dan pengawasan oleh Belanda mengenai penggunaan hasil hutan oleh penduduk
Indikator-indikator ini mempunyai hubungan langsung dengan gerakan protes petani di daerah Blora. Gerakan ini mempunyai corak millinarisme, yaitu gerakan yang menentang ketidakadilan dan mengharapkan zaman emas yang makmur.

Situs-situs kuno

Situs fosil fauna purba

Lokasi situs fosil hewan purba terletak di Dukuh Kawung dan Singget, Desa Menden dan Dukuh Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Lokasinya berada di tepian daerah aliran sungai Bengawan Solo dan berjarak kurang lebih 65 km arah selatan dari Kota Blora. Di Lokasi ini telah ditemukan fosil Kepala kerbau purba, kura-kura purba, dan Gajah Purba. Diperkirakan umur fosil antara 200.000-300.000 tahun. Fosil ini awalnya ditemukan oleh penduduk kemudian diamankan oleh Yayasan Mahameru. Sekarang sedang diteliti oleh ahli antropologi dari Bandung, Fahrul Azis dan tim dari Wolongong University, Australia, yang dipimpin Gertz Vandenburg.

Situs Wura-Wari

Lokasi situs Wura-Wari ini terletak di desa Ngloram. Haji Wura-Wari adalah penguasa bawahan (vasal) yang pada tahun 1017 Masehi menyerang Kerajaan Mataram Hindu (semasa Raja Darmawangsa Teguh). Saat itu Kerajaan Mataram Hindu berpusat di daerah yang sekarang dikenal dengan Maospati, Magetan, Jawa Timur. Serangan dilakukan ketika pesta pernikahan putri Raja Darmawangsa Teguh dengan Airlangga, yang juga keponakan raja, sedang dilangsungkan. Membalas dendam atas kematian istri, mertua, dan kerabatnya, Airlangga yang lolos dari penyerangan dan tinggal di Wanagiri (di daerah perbatasan Jombang-Lamongan), akhirnya balik menghancurkan Haji Wura-Wari. Namun, sebelumnya Haji Wura-Wari terlebih dahulu menyerang Airlangga sehingga dia terpaksa mengungsi dan keluar dari keratonnya di Wattan Mas (sekarang Kecamatan Ngoro, Pasuruan, Jawa Timur). Serangan balik Airlangga, yang ketika itu sudah dinobatkan menggantikan Darmawangsa Teguh, ditulis dalam Prasasti Pucangan (abad XI) yang terjadi pada tahun 1032 M. Serangan itu pula yang memperkuat dugaan batu bata kuno berserakan di sekitar situs tersebut. Situs yang ditemukan tim ekspedisi berada di tengah tegalan, di tepi persawahan, berupa tumpukan batu bata kuno berlumut yang kini dijadikan areal pemakaman. Sejak tahun 2000, telah dikumpulkan serpihan batu bata kuno berukuran 20 x 30 sentimeter dengan tebal sekitar 4 cm, serpihan keramik, serta serpihan perunggu yang kini disimpan di Museum Mahameru. Temuan di situs itu memperkuat isi Prasasti Pucangan bertarikh Saka 963 (1041/1042 Masehi) yang pernah diuraikan ahli huruf kuno (epigraf) Boechori dari Universitas Indonesia. Boechori menyebutkan, "Haji Wura-Wari mijil sangke Lwaram". Mijil mempunyai arti keluar (muncul dari). Hasil analisis toponimi (nama tempat), kemungkinan nama Lwaram berubah menjadi Desa Ngloram sekarang. “Pelesapan konsonan ’w’, penyengauan di awal kata, dan perubahan vokal ’a’ menjadi ’o’ menjadikan nama lama Lwaram menjadi Ngloram sekarang. Penjelasan seperti itu pula yang membantah berbagai pendapat terdahulu yang menyebutkan Haji Wura-Wari berasal dari daerah Indocina atau Sumatera sebagai koalisi Sriwijaya. Cepu memiliki data arkeologis, toponimi, dan geografis kuat untuk melokasikannya di tepian Bengawan Solo di Desa Ngloram.

Petilasan Kadipaten Jipang Panolan

Petilasan Kadipaten Jipang Panolan berada di Desa Jipang, sekitar 8 kilometer dari Cepu. Petilasannya berwujud makam Gedong Ageng yang dahulu merupakan pusat pemerintahan dan bandar perdagangan Kadipaten Jipang. Di tempat tersebut juga terlihat Petilasan Siti Hinggil, Petilasan Semayam Kaputren, Petilasan Bengawan Sore, dan Petilasan Masjid.
Ada juga makam kerabat kerajaan, antara lain makam R. Bagus Sumantri, R. Bagus Sosrokusumo, R. A. Sekar Winangkrong, dan Tumenggung Ronggo Atmojo. Di sebelah utara Makam Gedong Ageng, terdapat Makam Santri Songo. Disebut demikian karena di situ ada sembilan makam santri dari Kerajaan Pajang yang dibunuh oleh prajurit Jipang karena dicurigai sebagai telik sandi atau mata-mata Sultan Hadiwijaya.

Perekonomian

PASAR KOTA BLORA


Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Blora. Pada subsektor kehutanan, Blora adalah salah satu daerah utama penghasil kayu jati berkualitas tinggi di Pulau Jawa.
Daerah Cepu sejak lama dikenal sebagai daerah tambang minyak bumi, yang dieksploitasi sejak era Hindia Belanda. Blora mendapat sorotan internasional ketika di kawasanBlok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi sebanyak 250 juta barel. Bulan Maret 2006 Kontrak Kerja Sama antara Pemerintah dan Kontraktor (PT. Pertamina EP Cepu, Exxon Mobil Cepu Ltd, PT Ampolex Cepu telah ditandatangani, dan Exxon Mobil Cepu Ltd. ditunjuk sebagai operator lapangan, sesuai kesepakatan Joint Operating Agreement (JOA) dari ketiga kontraktor tersebut, perkembangan terakhir untuk saat ini Plan Of Development (POD)I Lapangan Banyu Urip telah disahkan Menteri ESDM.
Namun ironinya, walau Blora terkenal dengan hutan Jati dan Minyak bumi yang dikelola sejak zaman kolonial Belanda sampai dengan pemerintah NKRI sekarang ini, tetapi perekonomian rakyat Blora termasuk salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh kabupaten Blora ternyata tidak mampu mengangkat taraf kehidupan dan taraf ekonomi masyarakatnya. Hal ini disebabkan karena semua hasil SDA dinikmati oleh pemerintah pusat dan pegawai perusahaan yang sebagian besar dari luar Blora, tanpa ada program yang jelas untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar. Apa jadinya kalau ini terjadi di luar jawa.

Transportasi

Bus

Blora dilalui jalan provinsi yang menghubungkan Kota Semarang dengan Surabaya lewat Purwodadi. Jalur ini kurang begitu ramai jika dibandingkan dengan jalur Semarang-Surabaya lewat Rembang, karena kondisi jalannya yang kalah lebar. Blora juga dapat dicapai dengan menempuh jalur Semarang-Kudus-Rembang-Blora.

Kereta api

Jalur kereta api melewati wilayah Kabupaten Blora, namun tidak melintasi ibukota kabupaten ini. Jalur tersebut melintas di bagian selatan. Stasiun kereta api Cepu merupakan yang terbesar, di mana berhenti kereta api jurusan Surabaya-Jakarta (KA Sembrani), Surabaya-Semarang (KA Rajawali), serta kereta api lokal Semarang-Bojonegoro (KRD)
Jalur Kereta Api yang melintasi ibukota kabupaten sudah lama ditutup dan rel kereta api sudah banyak digunakan sebagai rumah dan pertokoan







. Blora memiliki juga alat transportasi lainnya seperti dokar, cikar, becak, dan sebagainya.

Pesawat

Blora terdapat moda trasportasi jalur udara dengan adanya Bandar Udara Ngloram.

Pariwisata

Tempat wisata di Kabupaten Blora:

Perayaan

Blora mempunya beberapa acara perayaan, yaitu:

Kesenian

Kesenian khas Blora adalah:

Kuliner khas Blora

Makanan

Makanan khas Blora adalah:
  • Pecel Lodeh

Minuman

Minuman khas Blora adalah:

Potensi

  • Minyak bumi di desa Cepu
  • Kripik tempe di desa Jenar

Pendidikan

Pendidikan formalTK atau RASD atau MISMP atau MTsSMA atau MASMKPerguruan tinggiLainnya
Negeri1647609200
Swasta5187678332612
Total519723138422812
Data sekolah di Kabupaten Blora
Sumber:[2]

Perguruan tinggi

Kabupaten Blora memiliki beberapa perguruan tinggi, yaitu:

Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Blora:

Julukan

Kota sate

Dujuluki kota sate, karena Blora terdapat sate khas dengan bumbu khas Blora.

Kota barongan

Dijuluki kota barongan, karena Blora adalah kota yang paling gencar melestarikan seni budaya Barongan.

Perencanaan

Bupati Blora dan Pemkab Blora mempunyai beberapa rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk membangun Kabupaten Blora, diantaranya:

PEMBANGUNAN REL KRETA API DI BLORA

Sisi Lain Blora
Sejarah suku samin – Salah satu suku yang unik yang ada di Indonesia, masyarakat ini adalah keturunan para pengikut Samin Soersentiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana dia mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain diluar kekerasan. Bentuk yang dilakukan adalah menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial. Masyarakat ini acap memusingkan pemerintah Belanda maupun penjajahan Jepang karena sikap itu, sikap yang hingga sekarang dianggap menjengkelkan oleh kelompok diluarnya. Masyarakat Samin sendiri juga mengisolasi diri hingga baru pada tahun 70an mereka baru tahu Indonesia telah merdeka. Kelompok Samin ini tersebar sampai pantura timur Jawa Tengah, namun konsentrasi terbesarnya berada di kawasan Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur yang masing-masing bermukim di perbatasan kedua wilayah. untuk melanjutkan kunjung