misalnya daerah yang mempunyai struktur tanah kapur, lempung, pasir akan mempengaruhi jumlah air yang bisa terakumulasi pada daerah itu.
Tanah Kapur
- Tanah kapur adalah tanah yang mengandung calsit dan bayak berongga karena kapur mudah patah dan membentuk rekahan, biasanya tanah ini akan menyimpan air pada lapisan yang sama sekali tidak ada rekahannya, terakumulasi pada goa-goa bawah tanah dan patahan patahan pada tanah kapur, untuk mengambil air pada struktur tanah yang demikian biasanya dicari sungai bawah tanah pada lapisan Goa dan dib endung pada kedalaman tertentu dan di pompa dialirkan pada penduduk
Tanah Lempung
- Pada tanah ini hampir semua lapisan tanah tidak bisa ditembus air, pada struktur tanah dibawahnya yang berupa pasir biasanya mengandung kadar garam yang tinggi, karena merupakan air endapan purba yang mengisi pasir pada lautan yang terkena transgresi
- di struktur tanah seperti ini tidak akan ditemukan air pada tanah
Tanah Pasir
tanah pasir adalah tanah yang sangat berkelimpahan air biasanya pada derah yang berdekatan dengan gunung berapi, hasil pembekuan lava pada gung berapi membentuk pasir berpori untuk akumulasi air tanah.
Dari keterangan diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa daerah yang banyak air adalah daerah yang mempunyai struktur tanah yang bisa menyimpan air.
penyimpanan air bisa secara alamiah, dan bisa secara buatan
sehingga untuk membuat suatu daerah yang kekurangan air menjadi daerah yang banyak air maka diperlukan usaha untuk membuat tempat penyimpanan air yang bisa dipermukaan bisa didalam tanah
Konsep pembuatan penyimpanan air secara buatan
EMBUNG
SEBAGAI SALAH SATU CARA MENGATASI KEKURANGAN AIR DI MUSIM KEMARAU
Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan
air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air
masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah
menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau,ladang dan
sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan, ladangdan sawah
banyak yang terendam air.
Secara
kuantitas, permasalahan air
bagi pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara
kebutuhan dan pasokan menurut waktu ( temporal) dan tempat ( spatial).
Teknologi
Embung atau tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikankarena
teknologinya sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dijangkau kemampuan
petani.
EMBUNG
Embung
atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small
farmreservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim
hujan. Air yangditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi
suplementer untuk budidayakomoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ( high
added value crops) di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang.
Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air ( waterharvesting) yang sangat
sesuai di segala jenis agroekosistem. Di lahan rawa namanya pond yangberfungsi
sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan
dansebagai sumber air irigasi pada musim kemarau.Sementara pada ekosistem tadah
hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujanyang tidak
merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi
sumberair irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya embung
berfungsi untukmendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan
air untuk keperluan tanamanataupun ternak di musim kemarau dan penghujan.
Tujuan
Pembuatan
embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :1.
Menyediakan
sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman
palawija,hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
Sasaran
Sasaran
pembangunan embung untuk pertanian antara lain:1.
Tertampungnya
air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya sertasumber
air lainnya yang memungkinkan.2.
Tersedianya
air untuk suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija,hortikultura
semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
Persyaratan
Lokasi
Beberapa
syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan embung
yaitu:Tekstur tanah:- Agar fungsinya sebagai penampung air dapat
terpenuhi, embung sebaiknya dibuat pada lahandengan tanah liat
berlempung.- Pada tanah berpasir yang porous (mudah
meresapkan air) tidak dianjurkan pembuatanembung karena air cepat hilang.
Kalau terpaksa, dianjurkan memakai alas plastik atauditembok sekeliling embung.
Kemiringan
Lahan
- Embung
sebaiknya dibuat pada areal pertanaman yang bergelombang dengan
kemiringanantara 8 - 30%. Agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah
mengalir kedalam embungdan air embung mudah disalurkan ke petak-petak tanaman,
maka harus ada perbedaanketinggian antara embung dan petak tanaman.- Pada
lahan yang datar akan sulit untuk mengisi air limpasan
ke dalam embung.- Pada lahan yang terlalu miring (> 30%),
embung akan cepat penuh dengan endapan tanahkarena erosi.
Lokasi
- Penempatan embung
sebaiknya dekat dengan saluran air yang
ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah
mudah dialirkan kedalam embung.- Lebih baik lagi
kalau dibuat di dekat areal tanaman yang akan diairi.- Lokasinya memiliki daerah tangkapan hujan.
Ukuran
Embung
Embung
bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas
arealtanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman
(palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m,
lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m - 3 m.
Jenis
tanaman dan cara pengairan
Umumnya
embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti
jagung,kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kuaci dan sayuran. Mengingat air
dari embung sangatterbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin.
Sebaiknya teknik pengairan dilakukandengan cara irigasi tetesan terutama untuk
palawija dan irigasi pada sela-seta larikan. Apabila airembung akan digunakan
untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saattertentu,
seperti pada stadia primordia, pembungaandan pengisian bulir padi. Sedangkan
setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.
Bentuk
Embung
Bentuk
embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal
tersebutdimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan
air melalui tanggullebih sedikit.Demikian sekilas mengenai Embung sebagai salah
satu upaya mengatasi kekurangan air dimusimkemarau bagi para petani.Semoga
bermanfaat.
Ulasan diatas adalah embung (tandon air yang digunakan untuk Pertanian) konsep dasar embung adalah untuk mengatasi kekurangan air pada daerah pertanian, akan kami sajikan konsep embung untuk pemenuhan sebuah instansi rumah sakit yang kebetulan terletak di daerah yang kekurangan air.
sebuah rumah sakit idialnya terletak pada daerah yang ramai dan ketersediaan air yang berlimpah untuk pemenuhan kebutuan rumah sakit itu sendiri. sebuah rumah sakit untuk melayani pasien tertentu mungkin akan terletak pada daerah yang kekurangan air bersih, pihak rumah sakit sudah mencari sumber air tanah tetapi yang ditemukan adalah air yang rasanya asin, air ini akan merusak beberapa peralatan medis dan barang barang yang dari logam.untuk menyiram rumputpun banyak yang mati karena tidak tahan oleh garam.
maka dibuatlah keputusan untuk membuat tempat penyimpanan air, dengan lebar 10 m panjang 24 m dengan bantuan alat berat maka tempat penampungan berhasil dibuat
Ulasan diatas adalah embung (tandon air yang digunakan untuk Pertanian) konsep dasar embung adalah untuk mengatasi kekurangan air pada daerah pertanian, akan kami sajikan konsep embung untuk pemenuhan sebuah instansi rumah sakit yang kebetulan terletak di daerah yang kekurangan air.
sebuah rumah sakit idialnya terletak pada daerah yang ramai dan ketersediaan air yang berlimpah untuk pemenuhan kebutuan rumah sakit itu sendiri. sebuah rumah sakit untuk melayani pasien tertentu mungkin akan terletak pada daerah yang kekurangan air bersih, pihak rumah sakit sudah mencari sumber air tanah tetapi yang ditemukan adalah air yang rasanya asin, air ini akan merusak beberapa peralatan medis dan barang barang yang dari logam.untuk menyiram rumputpun banyak yang mati karena tidak tahan oleh garam.
maka dibuatlah keputusan untuk membuat tempat penyimpanan air, dengan lebar 10 m panjang 24 m dengan bantuan alat berat maka tempat penampungan berhasil dibuat
struktur tanah berupa clay (lempung) dan TanahPadas yang struktur tanahnya memang tanah yang sulit melepaskan air, jadi kemungkinan kehilangan air karena penyerapan sangat minim sekali
setelah selesai pembuatan turun hujan sehingga embung sudah terisi air
Pengolahan Air
Dalam melakukan pengelolaan air, kita harus melakukan study tentang kebutuhan air tiap tahunnya, apakah embung kita mampu memenuhi kebutuhan air kita.
Karena embung sangat tergantung dengan air hujan maka, bulan bulan di mana hujan masih bisa turun kita prediksikan sebagai tambahan isi embung secara maksimal dan bulan-bulan dimana hujan sudah sulit turun merupanan penyusutan cadangan air kita, maka penurunan ini bisa kita hitung sebagai kebutuhan air, kita secara kotor karena proses penguapan juga akan terjadi.
setelah kita hitung kebutuhan air dan cadangan air kita hitung maka kita bisa membuat perencanaan dimana cadangan kita habis dan perlu di buat instalasi Air Mobil, yaitu sarana penampungan air yang kita beli dari truck tanki, tidak mungkin air dari truck tanki kita masukkan kedalam embung, karena proses penyerapan dan penguapan akan mengurangi jumlah air yang kita beli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar