Jumat, 11 April 2014

MENGATASI KEKURANGAN AIR DI DAERAH KERING

Air adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup, yang bergerak maupun yang tidak bergerak kebutuhan akan air sangat besar pada daerah-daerah yang kering, beberapa daerah yang mempunyai struktur tanah tertentu akan sangat membutuhkan air,
misalnya daerah yang mempunyai struktur tanah kapur, lempung, pasir akan mempengaruhi jumlah air yang bisa terakumulasi pada daerah itu.
Tanah Kapur
    - Tanah kapur adalah tanah yang mengandung calsit dan bayak berongga karena kapur mudah patah dan membentuk rekahan, biasanya tanah ini akan menyimpan air pada lapisan yang sama sekali tidak ada rekahannya, terakumulasi pada goa-goa bawah tanah dan patahan patahan pada tanah kapur, untuk mengambil air pada struktur tanah yang demikian biasanya dicari sungai bawah tanah pada lapisan Goa dan dib endung pada kedalaman tertentu dan di pompa dialirkan pada penduduk

Tanah Lempung
- Pada tanah ini hampir semua lapisan tanah tidak bisa ditembus air, pada struktur tanah dibawahnya yang berupa pasir biasanya mengandung kadar garam yang tinggi, karena merupakan air endapan purba yang mengisi pasir pada lautan yang terkena transgresi
- di struktur tanah seperti ini tidak akan ditemukan air pada tanah

Tanah Pasir
tanah pasir adalah tanah yang sangat berkelimpahan air biasanya pada derah yang berdekatan dengan gunung berapi, hasil pembekuan lava pada gung berapi membentuk pasir berpori untuk akumulasi air tanah.

Dari keterangan diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa daerah yang banyak air adalah daerah yang mempunyai struktur tanah yang bisa menyimpan air.
penyimpanan air bisa secara alamiah, dan bisa secara buatan

sehingga untuk membuat suatu daerah yang kekurangan air menjadi daerah yang banyak air maka diperlukan usaha untuk membuat tempat penyimpanan air yang bisa dipermukaan bisa didalam tanah

Konsep pembuatan penyimpanan air secara buatan


EMBUNG SEBAGAI SALAH SATU CARA MENGATASI KEKURANGAN AIR DI MUSIM KEMARAU

 Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor  pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani. Indikatornya, di musim kemarau,ladang dan sawah sering kali kekeringan dan sebaliknya di musim penghujan, ladangdan sawah banyak yang terendam air.

Secara kuantitas, permasalahan air bagi  pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu ( temporal) dan tempat ( spatial).

Teknologi Embung atau tandon air merupakan salah satu pilihan yang menjanjikankarena teknologinya sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dijangkau kemampuan petani.

EMBUNG
Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian ( small farmreservoir) yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan. Air yangditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidayakomoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ( high added value crops) di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang. Embung merupakan salah satu teknik pemanenan air ( waterharvesting) yang sangat sesuai di segala jenis agroekosistem. Di lahan rawa namanya pond yangberfungsi sebagai tempat penampungan air drainase saat kelebihan air di musim hujan dansebagai sumber air irigasi pada musim kemarau.Sementara pada ekosistem tadah hujan atau lahan kering dengan intensitas dan distribusi hujanyang tidak merata, embung dapat digunakan untuk menahan kelebihan air dan menjadi sumberair irigasi pada musim kemarau. Secara operasional sebenarnya embung berfungsi untukmendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan pasokan air untuk keperluan tanamanataupun ternak di musim kemarau dan penghujan.
Tujuan
 Pembuatan embung untuk pertanian bertujuan antara lain untuk :1.

Menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumberair lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya


Menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija,hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
Sasaran
 Sasaran pembangunan embung untuk pertanian antara lain:1.

Tertampungnya air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya sertasumber air lainnya yang memungkinkan.2.

Tersedianya air untuk suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija,hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.
Persyaratan Lokasi
Beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pembuatan embung yaitu:Tekstur tanah:- Agar fungsinya sebagai penampung air dapat terpenuhi, embung sebaiknya dibuat pada lahandengan tanah liat berlempung.- Pada tanah berpasir yang porous (mudah meresapkan air) tidak dianjurkan pembuatanembung karena air cepat hilang. Kalau terpaksa, dianjurkan memakai alas plastik atauditembok sekeliling embung.
Kemiringan Lahan
- Embung sebaiknya dibuat pada areal pertanaman yang bergelombang dengan kemiringanantara 8 - 30%. Agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah mengalir kedalam embungdan air embung mudah disalurkan ke petak-petak tanaman, maka harus ada perbedaanketinggian antara embung dan petak tanaman.- Pada lahan yang datar akan sulit untuk mengisi air limpasan ke dalam embung.- Pada lahan yang terlalu miring (> 30%), embung akan cepat penuh dengan endapan tanahkarena erosi.
Lokasi

- Penempatan embung sebaiknya dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya, supaya padasaat hujan, air di permukaan tanah mudah dialirkan kedalam embung.- Lebih baik lagi kalau dibuat di dekat areal tanaman yang akan diairi.- Lokasinya memiliki daerah tangkapan hujan.

Ukuran Embung
Embung bisa dibangun secara individu atau berkelompok, tergantung keperluan dan luas arealtanaman yang akan diairi. Untuk keperluan individu dengan luas tanaman (palawija) 0,5 hektar,misalnya, embung yang diperlukan adalah panjang 10 m, lebar 5 m dan kedalaman 2,5 m - 3 m.
Jenis tanaman dan cara pengairan
Umumnya embung digunakan untuk mengairi padi musim kemarau, palawija seperti jagung,kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kuaci dan sayuran. Mengingat air dari embung sangatterbatas, maka pemakaiannya harus seefisien mungkin. Sebaiknya teknik pengairan dilakukandengan cara irigasi tetesan terutama untuk palawija dan irigasi pada sela-seta larikan. Apabila airembung akan digunakan untuk mengairi padi dianjurkan untuk mengairi hanya pada saat-saattertentu, seperti pada stadia primordia, pembungaandan pengisian bulir padi. Sedangkan setiapkali mengairi tanah, cukup sampai pada kondisi jenuh air.
Bentuk Embung
Bentuk embung sebaiknya dibuat bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebutdimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggullebih sedikit.Demikian sekilas mengenai Embung sebagai salah satu upaya mengatasi kekurangan air dimusimkemarau bagi para petani.Semoga bermanfaat.

Ulasan diatas adalah embung (tandon air yang digunakan untuk Pertanian) konsep dasar embung adalah untuk mengatasi kekurangan air pada daerah pertanian, akan kami sajikan konsep embung untuk pemenuhan sebuah instansi rumah sakit yang kebetulan terletak di daerah yang kekurangan air.

sebuah rumah sakit idialnya terletak pada daerah yang ramai dan ketersediaan air yang berlimpah untuk pemenuhan kebutuan rumah sakit itu sendiri. sebuah rumah sakit untuk melayani pasien tertentu mungkin akan terletak pada daerah yang kekurangan air bersih, pihak rumah sakit sudah mencari sumber air tanah tetapi yang ditemukan adalah air yang rasanya asin, air ini akan merusak beberapa peralatan medis dan barang barang yang dari logam.untuk menyiram rumputpun banyak yang mati karena tidak tahan oleh garam.

maka dibuatlah keputusan untuk membuat tempat penyimpanan air, dengan lebar 10 m panjang 24 m dengan bantuan alat berat maka tempat penampungan berhasil dibuat

struktur tanah berupa clay (lempung) dan TanahPadas yang struktur tanahnya memang tanah yang sulit melepaskan air, jadi kemungkinan kehilangan air karena penyerapan sangat minim sekali
setelah selesai pembuatan turun hujan sehingga embung sudah terisi air 



Pengolahan Air
Dalam melakukan pengelolaan air, kita harus melakukan study tentang kebutuhan air tiap tahunnya, apakah embung kita mampu memenuhi kebutuhan air kita.
Karena embung sangat tergantung dengan air hujan maka, bulan bulan di mana hujan masih bisa turun kita prediksikan sebagai tambahan isi embung secara maksimal dan bulan-bulan dimana hujan sudah sulit turun merupanan penyusutan cadangan air kita, maka penurunan ini bisa kita hitung sebagai kebutuhan air, kita secara kotor karena proses penguapan juga akan terjadi.
setelah kita hitung kebutuhan air dan cadangan air kita hitung maka kita bisa membuat perencanaan dimana cadangan kita habis dan perlu di buat instalasi Air Mobil, yaitu sarana penampungan air yang kita beli dari truck tanki, tidak mungkin air dari truck tanki kita masukkan kedalam embung, karena proses penyerapan dan penguapan akan mengurangi jumlah air yang kita beli







Tidak ada komentar:

Posting Komentar